Meski demikian dilansir Cnnindonesia, keputusan Segal ini justru ditentang oleh keluarganya. Suami dan putra sulungnya tak setuju, sementara ayahnya tak mau lagi berbicara dengan Segal.
Menurut keluarga Segal, operasi itu dapat membahayakan nyawanya, apalagi setelah tiga kerabatnya tewas akibat serangan Hamas beberapa bulan lalu.
"Keluarga saya sangat menentangnya. Semuanya menentang; ayah, kakak, juga suaminya. Yang paling tak mendukung adalah ayah saya. Mereka takut," tutur Segal.
Ia sendiri sudah mengetahui keluarganya akan sangat menentang. Segal pun sempat merahasiakan identitas penerima donor ginjalnya.
"Saya tak memberi tahu siapapun. Jika reaksi terhadap donor ginjal saja sudah sangat keras, jelas reaksi akan kenyataan bahwa seorang anak Palestina yang bakal mendapatkannya pasti akan lebih parah," katanya.
