Dalam kemarahannya, mungkin si ibu tak mengira darah dagingnya tengah meregangnya nyawa. Maut pun menjemput si buah hati sebelum sempat dirawat di rumah sakit.  

Kemudian, ibu pembunuh dan partnernya, sang ayah, memakamkannya secara diam-diam di suatu lokasi sepi di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Butuh waktu tiga jam perjalanan dengan sepeda motor untuk menjangkau lokasi itu --lewat tengah hari hingga jelang magrib.

Ironinya, ketika membawa jenazah si baputa, ayah – ibu itu juga membawa serta anak kembaran dari si baputa.

Seperti tak ada penyesalan, kedua orangtua pasangan muda itu masih sempat membangun sandiwara kehilangan anak.