Akan tetapi, jika para orangtua menyadari, mendidik anak agar terbiasa belajar dalam sistem daring, bukan lah risiko, melainkan bentuk tanggung jawab yang harus mereka "jabani".
Orangtua hendaklah menyadari bahwa merekalah sesungguhnya pendidik pertama dan utama dalam proses mendidik anak. Karena kewajiban para orangtua terhadap anak bukanlah sekadar mengajar matematika atau mata pelajaran lainnya, tapi mendidik mereka menjadi manusia dengan cara memanusiakan anak sesuai level keberakalan anak-anak.
Lembutnya sentuhan ibu dan hangatnya canda ayah adalah gizi pembangunan manusia masa depan. Anak yang nirsentuhan orangtua, bukan mustahil berjiwa kosong dan liar tak berhati.
Jika jutaan orangtua mengalami dampak dari tekanan terus "membiaknya" COVID-19, hal itu tidaklah berarti untuk mengantarkan mereka sampai kepada perbuatan kriminal seperti meluapkan kejengkelan hingga terbunuhnya si buah hati.
Kini, meninggalnya seorang anak baputa sudah terjadi dan dimulai dari Tangerang, Banten, dengan alasan yang sangat ironis: meluapnya kejengkelan hingga di luar batas takaran. Padahal, sabar itu tak berbatas, tak bertepi.
