"Kami hanya melihat dari sisi produksi, harusnya berdasarkan data produksi kita di Konsel ini 75.000 ton lebih gabah kering giling. Kalau seadainya pertanaman optimal dan lahannya yang tidak bermasalah, ini bisa dilakukan penanaman, pasti produksi kita bisa meningkat hingga 10.000 ton," kata Rusdin Jaya.

Ia berharap, jika dari prespektif penggunaan lahan berjalan optimal maka swasembada pangan di Sulawesi Tenggara dapat terwujud.

"Jika lahan produksi kita itu tergerus oleh alih fungsi lahan seperti perumahan dan industri, ini tentu merugikan kita semua," ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap agar produksi pertanian di Konawe Selatan ini meningkat di tahun-tahun selanjutnya. Ia juga mengatakan, Konawe Selatan pada 2008 dan 2011 pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk melakukan cetak sawah.

"Kondisi sekarang sebenarnya masih optimal kalau seandainya kita lakukan penanaman, tapi karena ada sengketa lahan, maka beberapa lahan ini tidak bisa ditanami, kita berharap masalah ini juga selesai supaya produksi kita bisa naik lagi di tahun 2024 ini," ujarnya.