BUTON, TELISIK.ID - Salah satu sekolah penggerak di Kabupaten Buton, SD Negeri 80 Buton, menerapkan beberapa ekstra kurikuler seperti merajut, membuat minyak kelapa murni, dan membuat nasi bambu khas Buton, untuk meningkatkan kemampuan dan kreatifitas para siswa.
Kepala Sekolah SD Negeri 80 Buton, Rudi Zulkarnain menegaskan, siswa sudah mampu memproduksi minyak kelapa murni, membuat nasi bambu khas Buton dan membuat beberapa hasil rajutan seperti tas, topi dan gantungan kunci.
Hasil kerajinan itu sudah dipasarkan di daerah Kabupaten Buton hingga provinsi, kini dipamerkan dalam Festival Teluk Pasarwajo sehingga menarik minat wisatawan asing. Ada beberapa wisatawan asing yang minat sebagai buah tangan.
"Semenjak ada sekolah penggerak ini, kami sudah terapkan ekatra kurikuler ini. Dengan fasilitas dan bimbingan yang intens dari para guru, akhirnya siswa mampu merajut bahkan membuat minyak kelapa. Kami dari sekolah memfasilitasi semua kebutuhan siswa. kini hasil rajutannya kami pamerkan di Festival Teluk Pasarwajo," ungkapnya, Senin (4/8/2023).
Ia menambahkan, untuk kelas merajut ini bermula dari seorang guru yang punya kemampuan merajut, lalu disalurkan sesama guru hingga ke siswa. Para siswa sangat antusias dalam belajar.
