Ia menambahkan, dengan tambahan mesin parpol pendukung, pasangan cagub-cawagub dan simbolik anak muda atau gen z bisa menjadi kuda hitam di Pilgub Sulawesi Tenggara nantinya.
"PR ke depan para kandidat adalah memaksimalkan dukungan parpol sebagai partai pendukung untuk bersyarat sebagai calon di KPU Sultra November nantinya," tambahnya.
Lanjut Andi Awaluddin, dari analisis Trend Data Poltracking, semakin mengerucut calon semakin tinggi undecidef voters/pemilih ragu-ragu, yang belum menentukan pilihan masih 40 persen, dan ini masih lapangan terbuka bagi semua calon untuk menarik dukungan Simpul Undecided voters.
Menurut Andi Awaluddin, analisis redaksi dari berbagai sumber dalam simulasi nama-nama bacagub tersebut, Arhawi akan fokus pada Pilbup Wakatobi dan Ridwan BAE sepertinya akan tetap bertahan sebagai anggota DPR RI terpilih.
Ia menambahkan, berlatar belakang seorang akademisi, Bahtiar memiliki kesempatan yang besar ketika itu bisa di freming dengan baik bahwa di Sulawesi Tenggara butuh seorang pemimpin yang akademis.
