“Dulu saat di kabupaten, saya cukup vokal. Tapi setelah jadi pimpinan, saya lebih menurunkan tensi, lebih banyak toleransi,” tuturnya.
Ia percaya bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin tanpa kehilangan nilai-nilai keperempuanan.
“Perempuan itu enak kalau bisa cari uang sendiri. Tapi tetap jangan lupakan kodrat urus anak, hargai suami. Kuncinya, mandiri tapi tahu batas,” ujarnya.
Baca Juga: Sosok Penyanyi Viral Stecu-stecu, Heboh Adegan Tak Senonoh 1 Menit 25 Detik dengan Wanita
Sebagai pimpinan DPRD, Hasmawati tak hanya menjadikan jabatannya sebagai simbol, tetapi juga sebagai alat perjuangan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.
