Setelah formulir persetujuan dikumpulkan, kemudian para wali kelas mengirimkan jadwal belajar tatap muka terbatas.

Dalam jadwal itu, proses belajar tatap muka hanya dilakukan hari Senin dan Selasa, selebihnya masih berlangsung daring.

Proses belajar tatap muka yang berlangsung hari Senin dan Selasa berlaku bagi semua tingkatan, namun siswa dibagi menjadi dua gelombang, dimana setiap gelombang berisi setengah dari jumlah total siswa setiap kelas.

Setelah menyetujui sejumlah persyaratan proses belajar tatap muka terbatas, para orang tua kemudian melengkapi sejumlah kebutuhan siswa untuk belajar khususnya siswa kelas satu yang baru pertama belajar tatap muka. Seperti tas dan peralatan tulis-menulis.

Seorang siswa SD 39 Kendari, Kamil, terlihat senang akan mengikuti belajar tatap muka untuk pertama kalinya, bahkan dia sangat antusias ingin mengenal temannya karena sejak sekolah dibuka, dia sama sekali belum mengetahui siapa temannya.