"Kita tunggu dulu sampai betul-betul kita berada di level 2 baru bisa kita buka pembelajaran tatap muka, dengan catatan dibukanya kegiatan belajar mengajar tatap muka itu harus betul-betul mengikuti protokol kesehatan, kemudian juga dipastikan seluruh guru sudah vaksin," ungkap Makmur, baru-baru ini.

Menurutnya, jika Kota Kendari sudah masuk PPKM level 2 maka pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan akan dibuka serentak, namun dengan kapasitas 25 persen dari daya tampung setiap sekolah.

Tentang kesiapan sekolah, Dikmudora Kota Kendari sudah menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah agar mereka mempersiapkan sekolahnya menghadapi pembelajaran tatap muka.

"Sejak Januari sudah siap sebenarnya, hanya karena jumlah kasus positif COVID-19 meningkat, maka pembelajaran tatap muka ditunda," lanjutnya.

Mantan Asisten Pemkot Kendari ini menambahkan, jika belajar tatap muka sudah berjalan, maka sistem penerapan pembelajaran akan disesuaikan dengan kapasitas sekolah, apakah sekolah berlangsung setiap hari untuk sekolah kecil, tiga kali seminggu untuk sekolah sedang, atau hanya seminggu sekali untuk sekolah besar.