Dalam sidang eksepsi, Hasto mengungkapkan bahwa dirinya mengalami tekanan sejak Agustus 2023. Ia menyebut tekanan semakin kuat setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 berlangsung.
"Bahwa sejak Agustus 2023 saya telah menerima berbagai intimidasi dan semakin kuat pada masa-masa setelah Pemilu Kepala Daerah Tahun 2024," kata Hasto saat membacakan eksepsinya.
Menurutnya, puncak tekanan terjadi setelah DPP PDIP secara resmi memecat Jokowi dan mengumumkan keputusan tersebut kepada publik. Ia menyatakan bahwa pada periode 4-15 Desember 2024, dirinya mendapat desakan dari pihak yang mengaku sebagai utusan pejabat negara.
"Pada periode itu ada utusan yang mengaku dari pejabat negara yang meminta agar saya mundur, tidak boleh melakukan pemecatan atau saya akan ditersangkakan dan ditangkap," ujar Hasto.
Namun, ia tidak menyebut secara spesifik siapa pihak yang dimaksud dalam pernyataannya tersebut.
