Hasto juga menyatakan bahwa setelah pemecatan Jokowi dari PDIP, kasus Harun Masiku kembali dikaitkan dengan dirinya. Ia menilai bahwa kasus tersebut kerap muncul bersamaan dengan dinamika politik yang terjadi.

"Atas sikap kritis di atas, kasus Harun Masiku selalu menjadi instrumen penekan yang ditujukan kepada saya. Hal ini tampak dari monitoring media seperti terlihat dalam gambar di bawah ini, di mana kasus Harun Masiku selalu cenderung naik seiring dengan dinamika politik dan sikap kritis PDI Perjuangan yang kami sampaikan," katanya.

Baca Juga: Hasto Siap Lahir Batin Ditahan KPK Hari Ini

Lebih lanjut, Hasto menyatakan bahwa tekanan terhadap dirinya terjadi sejak tahap penyelidikan hingga pelimpahan berkas perkara yang kini menjeratnya. Ia mengaku ada pihak yang kembali mendesaknya agar mundur dari jabatan Sekjen PDIP.

"Pada periode 4-15 Desember 2024, menjelang pemecatan Bapak Jokowi oleh DPP PDI Perjuangan, setelah mendapat laporan dari Badan Kehormatan Partai. Pada periode itu, ada utusan yang mengaku dari pejabat negara, yang meminta agar saya mundur, tidak boleh melakukan pemecatan, atau saya akan ditersangkakan dan ditangkap," ujar Hasto.