Tekanan kekuasaan yang begitu kuat, menurut Hasto, yakni dibangun narasi tentang masa depan bangsa Indonesia juga dari luar negeri, karena Indonesia sebelumnya dipuji dengan track record demokrasi yang baik.
“Tetapi kemudian mundur ke belakang, bahkan terjadi the darkness of Indonesian democracy (kegelapan demokrasi Indonesia, red). Ini yang kami sangat prihatin,” ujar Hasto.
Sebelumnya Hasto juga mengklaim menerima pengakuan dari beberapa ketua umum partai politik (parpol) yang merasa adanya tekanan kuat dari kekuasaan.
Pernyataan itu disampaikan Hasto terkait dengan manuver politik Gibran yang menjadi cawapres bagi Prabowo Subainto usai keluar putusan Mahkamah Konstitusi.
Hasto kemudian menyebut tekanan yang dirasakan oleh kader partainya, Adian Napitupulu, hingga Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. Tapi Hasto tak menjelaskan siapa yang melakukan tekanan dan tak mengungkap detil jenis tekanan seperti apa yang didapatkan oleh Adian dan Yunarto.
