“Ya tekanan ada, apalagi ini juga berkaitan kalau kita lihat ya Mahkamah Konstitusi aja bisa diintervensi padahal lembaga yudikatif. Apalagi yang lain bahkan kita lihat kan sebelumnya Yunarto Wijaya, kemudian ada Saudara Ulin, kemudian Adian, jadi berbagai signal-signal itu sudah ada,” sebutnya.

Tekanan-tekanan yang diterima, menurut Hasto, tidak menyurutkan semangat kader partai dan tim pemenangan Ganjar-Mahfud untuk bertarung di Pemilu 2024.

“Buktinya rakyat memberikan dukungan. Ketika ada tekanan pencopotan baliho Pak Ganjar, Prof Mahfud, rakyat menyediakan rumahnya,” katanya.

Sebelumnya, pada Senin (13/11/2023) lalu, Yunarto Wijaya pamit dan tidak menggunakan media sosialnya untuk sementara. Dia selama ini diketahui sangat aktif berkomentar terkait politik Indonesia, tidak terkecuali di beberapa media sosialnya, terutama jelang Pemilu 2024.

“Saya izin pamit tidak bermain socmed (social media) dulu sementara waktu. Semoga pemilu betul-betul bisa berjalan sesuai dengan cita-cita demokrasi yang kita gaungkan bersama saat reformasi. Maaf kalau kemarin-kemarin ada twit saya yang membuat sebagian tidak berkenan,” kata Yunarto dalam unggahan media sosialnya, Senin (13/11/2023).