JAKARTA, TELISIK.ID - Kenikmatan dunia tidak selamanya berupa kebaikan, namun juga seringkali sebagai bentuk azab yang diberikan oleh Allah SWT. Hal inilah yang disebut istidraj.
Dikutip kumparan.com, Istidraj terjadi pada orang yang lalai beribadah dan durhaka kepada Allah. Secara bahasa istidraj diambil dari kata daraja yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya.
Sementara secara istilah, istidraj dari Allah kepada hamba-Nya diartikan sebagai hukuman yang diberikan sedikit demi sedikit.
Melansir detik.com, Allah SWT melimpahkan rezeki, kebahagiaan, dan kenikmatan dunia lainnya kepada setiap orang yang Dia kehendaki. Kenikmatan tersebut bisa menjadi peringatan akan azab Allah apabila diberikan kepada orang yang sering melalaikan ibadah dan merasa tenang dalam maksiatnya.
Peringatan istidraj termaktub dalam QS. Al An'am ayat 44 yang artinya, "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al An'am: 44)
