"Ini supaya tidak terpapar oleh berita-berita yang berlebihan yang dapat menimbulkan kepanikan, cemas dan stres," cetusnya.

Sementara itu, Ketua IDI Kota Kendari, dr. Alghazali Amirullah, menerangkan hal yang sama, bahwa perasaan panik yang berlebihan adalah sesuatu tidak baik untuk kesehatan tubuh. Akibat panik berlebihan lainnya adalah dapat mempengaruhi hormon endoktrin.

Baca juga: Kemendagri Belum Restui Pelantikan Kadis Dukcapil Muna

"Dan jika ini berlangsng panjang dan lama, maka tubuhpun akan mengeluarkan hormon glukokortikoid, di mana akan mempengaruhi timus sebagai salah satu tempat produksi imun," terang dr. Alghazali.

Dengan demikian, lanjut dr. Alghazali, maka akan terjadi penghambatan atau penurunan produksi sitokin dan interleukin yang merangsang produksi sel darah putih.