Imam Ahmad dan Ibnu Jarir ath-Thabari menguatkan pendapat bahwa amalannya tidak terhapus, dia akan dibalas sesuai dengan niatnya yang pertama tadi. Pendapat ini diriwayatkan dari Hasan al-Basri dan selainnya.

Bila seorang beramal ikhlas karena Allah, kemudian Allah memberikan rasa cinta dan pujian hingga manusia memujinya dan diapun senang akan karunia dan rahmat-Nya kemudian bergembira, maka hal tersebut tidak membahayakan dan sah-sah saja. 

Dasarnya adalah  hadis Abu Dzar r.a bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang seorang yang beramal karena Allah kemudian manusia memujinya. Rasulullah menjawab: "Itu adalah berita gembira seorang mukmin yang didahulukan." (HR Muslim 2642, Jami'ul Ulum wal Hikam: 1/79-84). 

Baca Juga : Amalan dan Zikir yang menghapuskan Dosa Meski Sebanyak Buih di Lautan

Tentang bahaya riya pernah ditegaskan Rasulullah pada hadis Dari Muadz bin Jabal r.a Nabi bersabda: