"Tidaklah seorang hamba di dunia ini mengerjakan sumah dan riya melainkan Allah akan membeberkan aib riya dan sumahnya di hadapan seluruh manusia pada hari kiamat." (HR al-Hakim 4/127, ath-Thabarani 2803).

Sebagai terapi, agar tidak berada pada kubangan riya maka ingatlah firman Allah dalam QS. al-Kahfi 110: 

"Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah dia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."

Beribadah dengan cara ini, hanya mampu dilakukan oleh orang-orang jujur dalam keimanannya. Dia adalah bukti keimanan dan kecintaan mereka yang sangat dalam kepada Allah. Dan Nabi SAW pun berpesan:

"Manusia yang paling utama kedudukannya di sisi Allah dan paling dekat hubungannya dengan Allah adalah orang yang berbuat baik yang menutupi kebaikannya."