Dilansir dari Obsessionnews.com, setan tidak berhenti berusaha menjadikan amalan anak Adam tidak bernilai di sisi Allah SWT. Di antara cara jitu setan adalah menjerumuskan anak Adam dalam berbagai model riya’. Sehingga sebagian orang “kreatif” dalam melakukan riya, yaitu riya yang sangat halus dan terselubung. Di antara contoh kreatif riya tersebut adalah:

Pertama: Seseorang menceritakan keburukan orang lain, seperti pelitnya orang lain, atau malas salat malamnya, tidak rajin menuntut ilmu, dengan maksud agar para pendengar paham bahwa ia tidaklah demikian. Ia adalah seorang yang dermawan, rajin salat malam, dan rajin menuntut ilmu. Secara tersirat ia ingin para pendengar mengetahui akan amal ibadahnya.

Model yang pertama ini adalah model riya terselubung yang terburuk, di mana ia telah terjerumus dalam dua dosa, yaitu menggibahi saudaranya dan riya, dan keduanya merupakan dosa besar. Selain itu, ia telah menjadikan saudaranya yang ia gibahi menjadi korban demi memamerkan amalan salehnya. 

Kedua: Seseorang menceritakan nikmat dan karunia yang banyak yang telah Allah berikan kepadanya, akan tetapi dengan maksud agar para pendengar paham bahwa ia adalah seorang yang saleh, karenanya ia berhak untuk dimuliakan oleh Allah dengan memberikan banyak karunia kepadanya.

Ketiga: Memuji gurunya dengan pujian setinggi langit agar ia juga terkena imbas pujian tersebut, karena ia adalah murid sang guru yang ia puji setinggi langit tersebut. Pada hakikatnya, ia sedang berusaha untuk memuji dirinya sendiri, bahkan terkadang ia memuji secara langsung tanpa ia sadari. Seperti ia mengatakan, “Syaikh Fulan / Ustadz Fulan…luar biasa ilmunya…, sangat tinggi ilmunya mengalahkan syaikh-syaikh/ustad-ustad yang lain. Alhamdulillah saya telah menimba ilmunya tersebut selama sekian tahun…”