Luar biasa! Tokoh sekaliber Pak Harto –panggilan Soeharto, penguasa Orde Baru yang dijuluki ‘The Smiling General’ dan pernah menjadi ikon paling kharismatik semasa Orba, yang ditakuti lawan, disegani kawan tak mampu ‘menundukkan’ Gus Dur. Tetapi Cak Imin bisa! Bahwa prestasi itu berselimut kontroversi, yakni soal kepatutan karena ‘pengkhianatan’ dan bumbu bumbu tak sedap lain sebagainya adalah persoalan berbeda.
Yang ingin menjadi inti dari tulisan ini adalah ‘keberhasilan’ menjadi nahkoda PKB adalah pintu pembuka yang sangat strategis. Fakta sekarang Gus Muhaimin dulu Cak Imin adalah politikus andal, dengan pengaruh hegemonik, mampu menjadi nahkoda bagi PKB dengan baik, yakni sebagai partai papan atas.
Pimpinan DPR Termuda
After two election victories the government clearly has hopes of a hat trick. Ungkapan ini pas menggambarkan karier politiknya (baca -Muhaimin Iskandar). Dengan narasi dan kalkulasi yang dapat diterima akal sehat salah satu kandidat cawapres potensial adalah mantan Menraker era SBY 2009-2014 ini. Selamat datang ‘Wakil Presiden’ Republik Indonesia Muhaimin Iskandar.
Ya, saya punya alasan dan pertimbangan khusus juga rasional menghadirkan kredo di atas sebagai pembuka ‘Catatan Jayanto Arus Adi’ ini. Hal lain menarik benang merah dan mozaik pergerakan politik mutakhir di negeri ini tesa soal Cak Imin masih penuh misteri. Debut putra Abdullah Iskandar, seorang pendidik di Jombang ini diyakini masih akan berkibar.
