Nah fakta empirik tersebut menghadirkan pertanyaan siapa king maker di balik itu? Sosok itu tak lain adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Gus Muhaimin. Meski secara konstelatif Cak Imin bukan King Maker tunggal, namun secara anatomis keponakan Gus Dur itu bagian dari decision making team.
Apa mau dikata, fakta ini meski tak tersurat, namun tersirat terang benderang. Orang boleh saja nyinyir tampilnya Muhaimin Iskandar di pucuk pimpinan PKB bukanlah karena tangan malaikat, tetapi karena tangan setan. Betapa tidak dia naik tahta lantaran tega menendang Gus Dur, di mana beliau adalah sang paman, mentor, dan juga guru politiknya. Benarkah demikian, politik selalu membingkai wilayah abu abu, untuk lebih jelasnya kita bertanyak saja pada rumput yang bergoyang.
Testimoni Yenny
Puteri Abdurahman Wahid Zannuba Ariffah Chafsoh alis Yenny Wahid adalah poros moral yang tetap tak mengakui Cak Imin. Menurut Yenny sejarah yang tidak bisa dihapus dari perjalanan PKB, yakni dengan dua hal. Pertama, Gus Dur adalah pendiri, yang membidani kelahiran PKB bersama sejumlah tokoh NU, antara lain KH Ilyas Rukyat, Munasir Ali, Musthofa Bisri dan Muhid Muzadi.
Kedua adalah Cak Imin, kata Yenny yang telah mengeluarkan Gus Dur dari PKB. MLB Ancol 2008 silam menjadi panggung yang melegacykan drama politik di tubuh partainya wong nahdliyin ini. Selain Gus Dur, ada tokoh lain yakni Yenny sendiri, dan Ali Masykur Musa,
