Prof Mahfud MD menjadi gerbong yang turut terdepak pasca sang lokomotif, yakni Gus Dur juga tersingkir.
Nah, menilik kisah ini, maka menjadi terangkai secara ideologis dan politis, mengapa PKB tidak begitu sreg ketika Joko Widodo menunjuk Prof Mahfud MD menjadi Cawapresnya kala itu.
Mendalami anatomi konlfik Cak Imin dengan Gus Dur, lalu mengapa Yenny Cs tak mampu mematahkan gerakan Cak Imin? Ada dua aspek yang menjadi penyebabnya, pertama adalah karena Yenny Wahid kurang memiliki basis kader militan di tingkat akar rumput. Hal ini berbeda dengan Cak Imin yang ditempa dan tumbuh dari aktivis organisasi, maka dia piawai melakukan konsolidasi serta komunikasi politik.
Aspek tersebut ketika kemudian dimanifestasikan menjadi modal kapital secara politis lebih memiliki daya gedor. Apalagi politik Indonesia saat ini secara genetik masih mengandalkan kapital, ketimbang pengaruh ideologis. Aspek inilah kembali merangkai soal hattrick Gus Muhaimin. Momentum 2024 punya trend semakin terang untuk memperteguh kalkulasi ini.
Belajar dari Anas
