“Jadi itu sih perbedaannya. Sebenarnya etanol sendiri kan salah satu biofuel ya. Jadi di negara-negara lain malah etanol ini sudah ada implementasinya. Kalau kita kan baru biodiesel, bioetanol belum ini,” jelasnya.
Informasi mengenai adanya etanol dalam BBM Pertamina semakin mencuat setelah PT Vivo Energy Indonesia memutuskan batal membeli pasokan sebesar 40.000 barel. Hal yang sama juga dilakukan oleh SPBU BP-AKR, yang urung menambah pasokan dari Pertamina.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, juga mengungkapkan kendala yang terjadi dalam kerja sama dengan pihak swasta. Menurutnya, keberadaan etanol di dalam base fuel Pertamina menjadi salah satu alasan utama penundaan kerja sama tersebut.
“Kontennya itu ada kandungan etanol. Nah, di mana secara regulasi itu diperkenankan. Etanol itu sampai jumlah tertentu. Kalau tidak salah sampai 20% etanol. Kalau tidak salah. Nah, sedangkan ada etanol 3,5%,” ungkap Achmad saat Rapat Dengar Pendapat di DPR, Kamis (2/10/2025).
