Pemimpin CHP, Ozgur Ozel, mengecam penahanan Imamoglu dan menyebutnya sebagai upaya kudeta terhadap demokrasi. Ia menilai bahwa tindakan ini adalah bentuk penindasan terhadap suara rakyat dan berjanji akan terus berjuang.

"Membuat keputusan atas nama rakyat, menggunakan kekerasan untuk menggantikan keinginan rakyat atau menghalanginya adalah kudeta. Kami tidak akan menyerah. Pada akhirnya, keinginan rakyat akan menang dan Turki akan menang," tambahnya.

Setelah penggerebekan dan bentrokan yang terjadi, kantor gubernur Istanbul mengeluarkan larangan semua aksi protes hingga 23 Maret 2025. Langkah ini diambil untuk menghindari eskalasi situasi yang lebih buruk dan menjaga stabilitas keamanan nasional. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin