JAKARTA, TELISIK.ID - Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Google. Divisi kecerdasan buatan mereka, Google DeepMind, tengah diguncang aksi perlawanan internal setelah rencana perusahaan menjual teknologi masa depan ke Israel terungkap.

Tidak hanya protes, ratusan pegawai dilaporkan memilih mundur atau bergabung dengan serikat pekerja untuk menunjukkan ketidaksetujuan mereka.

Menurut laporan Financial Times, sekitar 300 pegawai DeepMind telah bergabung dengan Communication Workers Union (CWU) dalam beberapa pekan terakhir.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan Google untuk menjual teknologi kecerdasan buatan mereka kepada grup bisnis pertahanan yang berkaitan erat dengan pemerintah Israel.

Gelombang ketidakpuasan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, sejumlah media internasional mengabarkan bahwa banyak karyawan Google kecewa dengan hubungan bisnis perusahaan terhadap militer Israel.