Google diketahui telah menjual layanan cloud serta teknologi AI ke Kementerian Pertahanan Israel, yang memicu kekhawatiran di kalangan pegawai.
Dalam perkembangan terbaru, aksi protes terbuka di kantor Google juga berujung pada pemecatan sejumlah karyawan. Sebanyak 28 orang dilaporkan dipecat setelah terlibat dalam demonstrasi yang memprotes hubungan bisnis Google dengan pemerintah Israel.
Baca Juga: Geser Dominasi Google dan Perak, Bitcoin Diklaim jadi Aset Terbesar Dunia 2025
CEO Google Sundar Pichai menegaskan bahwa pemecatan tersebut dilakukan karena Google beroperasi sebagai bisnis dan tidak mentoleransi aktivitas yang menimbulkan keributan di lingkungan kerja.
"Google berdiri sebagai bisnis, sehingga tak diizinkan kegiatan yang memicu 'onar' dan mengganggu kenyamanan lingkungan kerja," ujar Sundar Pichai, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (28/4/2025).
