Namun, pemecatan ini ternyata tidak berhenti di angka 28. Jane Chung, juru bicara kelompok aktivis 'No Tech for Apartheid', mengungkapkan bahwa ada gelombang pemecatan baru yang dilakukan oleh Google setelah insiden demonstrasi tersebut.

Ia mengatakan kepada Washington Post bahwa lebih dari 50 karyawan Google diberhentikan setelah menyuarakan dukungan untuk Palestina.

"Pemecatan terbaru termasuk ke karyawan yang tak berpartisipasi [dalam demo]," kata Jane Chung, seperti dikutip dari Forbes.

Chung menambahkan bahwa tindakan Google ini menunjukkan upaya perusahaan untuk membungkam perbedaan suara di dalam organisasi. Ia menilai bahwa pemecatan ini merupakan bentuk penegasan kekuasaan Google terhadap para pekerja yang berani berbicara.

Juru bicara Google mengonfirmasi laporan tersebut kepada Forbes dan menjelaskan bahwa investigasi internal telah dilakukan untuk menyelidiki keterlibatan karyawan dalam aktivitas yang dianggap mengganggu ketertiban perusahaan.