Sahroni mendesak agar kegiatan menyimpang dalam grup seperti itu harus segera dihentikan. Ia memperingatkan bahwa jika dibiarkan, fantasi yang dibagikan dalam grup bisa berubah menjadi tindakan nyata yang merugikan banyak pihak.

“Kalau tidak kita hentikan dan sampai fantasinya jadi kenyataan, ini akan menyebabkan pidana kekerasan seksual yang luar biasa menghancurkan korban. Jadi mereka harus dicari, dan dibina secara psikologis, dan kita hentikan mereka sebelum kejadian,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sahroni juga menekankan pentingnya penanganan yang sistematis dan menyeluruh. Ia meminta agar para pelaku penyimpangan seksual semacam ini tidak diberi ruang untuk beraktivitas, baik di dunia maya maupun di kehidupan nyata.

“Dan kalau ada yang tahu di sekitarnya menyimpang seperti ini, wajib dilaporkan. Dengan maraknya kasus kekerasan seksual belakangan ini, saya yakin sudah waktunya kita juga melakukan tindakan pencegahan yang lebih ganas,” ujar Sahroni.

Grup Fantasi Sedarah menjadi sorotan tidak hanya karena isi percakapannya yang menyimpang, tetapi juga karena jumlah anggota yang sangat banyak.