Keputusan pembatalan ini mengacu pada perubahan signifikan dalam dinamika industri kendaraan listrik secara global. Pihak LG menyebutkan bahwa saat ini terjadi perlambatan permintaan EV di pasar internasional, yang mempengaruhi rencana strategis investasi mereka.

Sebelumnya, proyek ini dirancang untuk menciptakan ekosistem terintegrasi dalam penyediaan baterai EV, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi prekursor dan katoda, hingga pembuatan sel baterai.

Pemerintah Indonesia telah menjalin komunikasi intensif dengan LG dan konsorsiumnya untuk merealisasikan proyek ambisius ini. Namun, pembatalan tersebut akhirnya diputuskan setelah diskusi antara kedua pihak.

Baca Juga: Pegawai Google Tak Dibayar Setahun, Hilang Pamor Sebagai Raja Mesin Pencari dan Diganti Ini

“Kami telah berdiskusi dengan Pemerintah Indonesia sebelum mengambil keputusan,” lanjut pejabat LG dalam pernyataannya.