Namun, tidak dijelaskan secara rinci siapa pihak pemerintah yang terlibat langsung dalam pembicaraan penting tersebut. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai bentuk atau isi dari diskusi yang dimaksud.
Meski menarik diri dari proyek besar ini, LG menyatakan bahwa mereka tidak akan sepenuhnya meninggalkan Indonesia. Salah satu bentuk komitmen yang tetap berlanjut adalah keberadaan pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power (HLI Green Power).
Pabrik ini merupakan hasil kerja sama LG dengan Hyundai Motor Group yang masih terus berjalan. HLI Green Power sendiri merupakan bagian dari investasi awal yang dilakukan LG bersama Hyundai untuk mendukung produksi baterai kendaraan listrik di dalam negeri.
Keberlanjutan proyek ini disebut akan tetap dijaga meskipun rencana pembangunan rantai pasok penuh yang lebih besar akhirnya dibatalkan. Keputusan LG untuk melanjutkan sebagian kegiatan usahanya di Indonesia menjadi sorotan tersendiri.
Sejauh ini, Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, belum memberikan tanggapan atas kabar pembatalan investasi ini.
