Saat diakses, laman tersebut justru menampilkan formulir yang meminta pengguna mengisi sejumlah data pribadi. Data yang diminta antara lain nama lengkap, asal provinsi, serta nomor akun Telegram yang digunakan.
Permintaan pengisian data tersebut tidak disertai penjelasan mengenai instansi penyelenggara rekrutmen maupun dasar hukum pembukaan pendaftaran. Tidak terdapat pula identitas lembaga pemerintah atau dinas pemadam kebakaran yang disebutkan sebagai pihak penyelenggara.
Berdasarkan penelusuran tersebut, informasi mengenai tautan pendaftaran petugas pemadam kebakaran tahun 2026 yang beredar di media sosial tidak ditemukan memiliki rujukan pada pengumuman resmi lembaga pemerintah. Hingga kini, tidak ada keterangan mengenai pembukaan rekrutmen damkar secara nasional pada tahun tersebut. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
