JAKARTA, TELISIK.ID - Pencarian link video viral Golda tanpa sensor melonjak di media sosial, namun temuan penelusuran menunjukkan risiko scamming dan phishing lebih dominan dibanding bukti visual terverifikasi.

Pencarian terkait video botol Golda atau video botol viral beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan warganet di berbagai platform media sosial.

Narasi yang beredar menyebut adanya video berdurasi singkat, sekitar 19 detik, yang diklaim menampilkan adegan dewasa dengan objek botol minuman kopi siap saji yang diasosiasikan sebagai Golda. Rasa penasaran publik pun meningkat, ditandai dengan beredarnya berbagai tautan yang mengklaim sebagai video asli.

Seiring meluasnya pencarian, muncul pula akun dan unggahan yang menawarkan akses menuju video dimaksud. Klaim kepemilikan link asli disertai ajakan mengklik tautan tertentu menjadi pola yang berulang.

Dalam praktiknya, fenomena ini sering terjadi pada isu viral berbasis kata kunci populer, di mana nama merek digunakan untuk menarik atensi meskipun belum ada konfirmasi faktual.