Melansir dari Medcom, Kamis (12/2/2026)0, seiring meningkatnya perhatian publik, sejumlah akun kemudian mengklaim memiliki versi lengkap dari rekaman tersebut. Konten yang disebut sebagai video penuh dikatakan terbagi dalam beberapa bagian, masing-masing berdurasi sekitar dua menit.
Beberapa warganet bahkan menyebut total durasinya mencapai tujuh menit lebih. Klaim itu mendorong gelombang pencarian tautan “full video” yang menyebar melalui grup percakapan, kolom balasan, hingga situs berbagi file.
Namun, tidak sedikit pengguna internet yang mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap tautan yang beredar bebas. Banyak link dibagikan tanpa sumber jelas dan berpotensi mengarahkan pengguna ke halaman berisi iklan mencurigakan.
Pola semacam ini kerap dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk menyisipkan malware atau melakukan praktik phishing. Situasi viral sering dijadikan pintu masuk untuk mengumpulkan data pribadi pengguna secara ilegal.
