KENDARI, TELISIK.ID - Seorang pendeta bernama Saifuddin Ibrahim yang meminta Menag untuk menghapus 300 ayat Al-Qur’an, menjadi perhatian publik.
Saifuddin menilai 300 ayat Al-Qur’an tersebut menjadi biang intoleransi dan radikalisme di Tanah Air. Berbagai kalangan pun menyoroti pernyataan itu, termasuk Muballigh Sulawesi Tenggara (Sultra), Ustaz Yuslan Abu Fikri.
Menurut Ustaz Yuslan, perlu ditegaskan bahwa konsep penting Islam dalam membangun hubungan interaksi umat Islam dengan pemeluk agama di luar Islam adalah Lakum Diinukum Waliyadin (Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku).
Islam tidak akan ikut campur tangan dengan agama-agama di luar Islam dalam urusan ibadah dan keyakinan mereka. Pada saat yang sama juga, Islam mengharamkan agama-agama di luar Islam turut campur tangan dalam urusan Islam berkaitan dengan akidah atau keyakinan agama Islam.
Adapun dalam urusan muamalah, kata dia, Islam tetap membuka ruang untuk saling berinteraksi dalam rangka mencari kemaslahatan hidup.
