Selain itu, mereka diduga membeli Pertalite (RON 90) dan mengoplosnya menjadi Pertamax (RON 92) sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Baca Juga: Segini Honor dan Tunjangan Dirut Pertamina Riva Siahaan, Tersangka Korupsi Pertalite Oplas Pertamax Rp 193,7 Triliun

Menanggapi tuduhan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga melalui Pelaksana Tugas Harian (Pth) Direktur Utama, Mars Ega Legowo Putra, membantah adanya praktik pengoplosan.

Dalam rapat dengan Komisi VII DPR pada Rabu, 26 Februari 2025, Ega menjelaskan bahwa proses yang dilakukan adalah penambahan zat aditif pada BBM jenis Pertamax untuk meningkatkan kualitas, bukan pengoplosan.

"Di Patra Niaga, kita terima di terminal itu sudah dalam bentuk RON 90 dan RON 92, tidak ada proses perubahan RON. Tetapi yang ada untuk Pertamax, kita tambahkan aditif," ujar Ega, seperti dikutip dari Tribunnews, Jumat (28/2/2025).