Dalam prosesnya, pemerintah menggunakan metode Hungarian Bipartite Matchmaking Method untuk menentukan kombinasi penempatan secara keseluruhan.
Ada empat variabel utama yang diperhitungkan, yakni kedekatan domisili, kesiapan bangunan KDKMP, ketersediaan kuota, serta keseimbangan kebutuhan antardaerah.
Kondisi bangunan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil penempatan. Di sejumlah wilayah, titik KDKMP yang sesuai dengan domisili manajer belum tersedia, sudah terisi, atau belum siap digunakan.
Akibatnya, sistem dapat menempatkan manajer di wilayah lain yang masih membutuhkan tenaga pengelola.
"Namun, pada beberapa wilayah, titik yang sesuai belum tersedia, telah terisi, atau belum siap untuk ditempati. Karena itu, sebagian manajer perlu ditempatkan di wilayah lain yang masih membutuhkan," terang Simkopdes.
