"Yang menarik, peristiwa kesepakatan pemimpin dunia dalam film itu terjadi di tahun 2022. Dan salah satu pemimpin dunia yang tampak adalah Presiden SBY, tentu saja dianggap mewakili negara-negara Asia. Walaupun selintas, Presiden SBY tampak bersalaman dengan pemimpin dunia lainnya dalam film itu," tambahnya.

Andi pun tak tahu mengapa SBY yang dipilih untuk dimunculkan dalam film tersebut padahal sudah tidak menjabat sebagai Presiden RI di tahun 2022.

Andi jadi menduga kalau sang sutradara terkesan dengan SBY.

"Tapi yang namanya film SciFi, tetaplah sebuah fiksi, produk seni, bukanlah film dokumenter. Mungkin karena sang sutradara terkesan dengan sosok Pak SBY ketika menjabat sebagai Presiden," katanya.

Lebih lanjut, dia mengaku bangga dengan sang pimpinan di partainya tersebut karena meski sebentar bisa menjadi sorotan di film Hollywood.