Ia diamankan di rumah kekasihnya di Minahasa, Sulawesi Utara, pada 23 September 2025. Menurut AKBP Herman Edco Wijaya, WFT bukanlah ahli teknologi informasi seperti yang dibayangkan publik.
“Yang bersangkutan hanya orang yang tidak lulus SMK. Namun secara otodidak, dia mempelajari IT melalui komunitas-komunitas di media sosial,” ujarnya dikutip dari Kompas, Senin (6/10/2025).
Polisi juga mengungkap latar belakang WFT yang cukup memilukan. Ia adalah seorang yatim piatu dan anak tunggal yang harus menanggung kehidupan keluarganya.
“Dia anak yatim piatu, anak tunggal yang menghidupi keluarganya,” ungkap AKBP Fian Yunus, Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya.
Menurut penyidik, WFT mulai mengenal dunia peretasan sejak tahun 2020. Ia aktif di forum-forum dark web dan belajar berbagai teknik pembobolan data.
