“Sekolah hanya punya waktu dari jam 7 sampai 3 sore. Selebihnya anak-anak bersama keluarga. Maka pengawasan orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan,” ungkapnya menekankan pentingnya pengawasan di luar jam sekolah.

Terkait video tersebut, Since mengaku belum sempat menontonnya secara langsung, namun langkah koordinasi telah dilakukan untuk menelusuri kebenaran dan mengambil tindakan preventif di sekolah-sekolah lainnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyebarkan surat edaran ke seluruh satuan pendidikan di Provinsi Gorontalo agar lebih waspada terhadap penggunaan gadget oleh siswa serta mengawasi pergaulan anak-anak di era digital.

“Kami terus mengimbau sekolah untuk aktif membentuk karakter siswa, memperkuat edukasi, serta melibatkan paguyuban orang tua dalam pengawasan. Kasus ini jadi bukti bahwa pengawasan masih perlu diperkuat,” tambah Since.

Ia menyebut bahwa penguatan karakter dan pendidikan digital akan terus digalakkan guna mencegah kejadian serupa terulang.