Alasan lain mengapa PSK di Jepang lebih memilih pelanggan asing adalah faktor keamanan. Mereka lebih nyaman melayani wisatawan asing karena dianggap lebih kecil kemungkinannya sebagai polisi yang menyamar.

“Lebih aman memilih pelanggan asing daripada orang Jepang karena setidaknya kami tahu mereka bukan polisi berbaju preman,” ujar Ria menambahkan.

Di tengah maraknya fenomena tersebut, organisasi non-profit bernama Rescue Hub hadir untuk memberikan perlindungan kepada para PSK yang ingin keluar dari dunia prostitusi. Organisasi ini menyediakan tempat aman, makanan, dan fasilitas lain yang dibutuhkan oleh para perempuan tersebut.

Arata Sakamoto, kepala Rescue Hub, menyampaikan bahwa fenomena wisata seks seperti ini tergolong langka di Jepang. Ia menjelaskan bahwa satu dekade lalu, perempuan Jepang jarang yang bersedia menjadi pekerja seks.

“Zaman berubah. Pandemi Covid-19 memaksa anak-anak perempuan Jepang menjual seks dengan harga murah,” ujar Arata.