KENDARI, TELISIK.ID - Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa kehidupan akan menjadi begitu berat bagi Haris (70). Kesehariannya sebagai pemulung dengan kondisi fisik yang sering sakit-sakitan memaksanya untuk tetap bisa bertahan.

Hari-hari memulung dilaluinya dengan penuh harapan bisa memperoleh penghasilan untuk kehidupan yang lebih baik. Ironisnya, bahkan hingga menjelang sore hari, kadang Haris sama sekali tidak memperoleh sepeserpun. Padahal dari wajahnya terlihat jelas raut yang semakin memelas karena kelelahan.

Kehidupan Haris memang tidak seberuntung dengan kehidupan beberapa pemulung lain yang masih memiliki fisik yang kuat serta tempat tinggal yang tetap untuk berteduh.

Haris tinggal bersama istrinya yang kesulitan mendengar. Dia hanya mampu membangun gubuk dengan sisa-sisa papan yang masih layak digunakan di atas lahan milik orang lain, sebagai tempat berteduh.

Jika suatu hari pemilik lahan datang dan mengusirnya, Haris dan istri harus siap angkat kaki. Tak hanya itu, Haris bahkan pernah diteriaki pencuri oleh pemilik toko tempat ia memulung hanya karena berkeliaran di sekitar toko mencari barang bekas.