KENDARI, TELISIK ID - Muliono (75) adalah seseorang yang bernasib kurang beruntung. Menjalani program transmigrasi pada tahun 1975 dari Jawa Barat ke Desa Sumber Sari, Kacamata Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, kini dirinya menjadi pemulung di Kota Kendari.

Ia memulung setiap hari dari pukul 07.00 Wita hingga 19.00 Wita. Muliono mulai mengayun gerobak tuanya dari Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu menyusuri sejumlah jalan protokol untuk mencari puing-puing rupiah dari botol bekas dan kardus.

Jarak yang ditempuh untuk memulung cukup jauh. Ditambah lagi usia yang sudah memasuki 75 tahun membuat dirinya harus banyak beristirahat saat mengayun gerobak tua miliknya.

"Kadang saya mencari botol bekas, kardus, besi, plastik sampai di Pasar Anduonohu, Jalan Bunggasi, Kecamatan Poasia, Kota Kendari hingga di Pasar Baruga, Kecamatan Baruga Kota Kendari. Diusia yang sudah menginjak 75 tahun membuat saya mudah capek, hingga mengharuskan beristirahat beberapa kali saat mengayun sepeda," ucap Muliono sambil mengusap kepala pada Telisik.id Rabu, (27/7/2022).

Setiap hari Muliono memunguti botol, kardus, dan barang bekas di tempat sampah tanpa mengenakan sandal. Tidak ada kata malu ataupun mengeluh baginya, sebab memulung sudah menjadi profesi yang sejak lama ia tekuni.