Baca Juga: Mabes Polri Titip Lima Tersangka Narkoba ke Polrestabes Medan

Hieroglif Mesir kuno, dilansir dari Minews.id, terdiri dari berbagai gambar atau bentuk yang diukir pada dinding, monumen atau makam. Kadang juga ditulis pada papirus atau kayu.

Hieroglif dibaca dari kanan ke kiri seperti penulisan huruf Arab. Kerap juga ada yang menulisnya dari atas ke bawah, kiri ke kanan, dan bawah ke atas.

Para cendekiawan telah berusaha menafsirkan hieroglif selama berabad-abad, tetapi masih belum sepenuhnya berhasil. Invasi yang dilakukan oleh tentara Napoleon dari Perancis ke Mesir pada 1799, menemukan hieroglif di batu Rosetta menjadi terobosan dalam upaya pemecahan hieroglif.

Orang pertama yang berhasil memecahkan hieroglif adalah Jean-Francois Champollion asal Perancis pada tahun 1828. Cendekiawan Islam yang sebagian berhasil memecahkan hieroglif yaitu Dzul-Nun al-Misri dan Ibnu Wahshiyyah.