"Sinar saya sebentar lagi terbenam, sekarang di usia senja. Saya tidak mengharapkan terlalu panjang karena kata Rasul, umur manusia itu di antara 60 atau 70 tahun, sangat jarang yang melewati usia 100 tahun. Kita rugi kalau tidak punya prestasi di mata Allah,” tutur Guru Besar Sosiologi Agama UIN Sunan Gunungjati ini.
Mengutip dari republika.co.id, seorang mahasiswa misalnya, menghabiskan waktunya bukan untuk membaca buku atau diskusi ilmiah, tapi dengan duduk-duduk sambil ngobrol tanpa arah. Tentulah di sela-sela obrolan itu ada gibah. Sungguh, yang demikian itu suatu kerugian yang nyata. Waktunya terbuang, sementara pengetahuannya tidak bertambah.
Bagi yang paham pentingnya memanfaatkan waktu, ia akan menyadari makna kehidupan sebenarnya. Waktunya digunakan dan dihabiskan sebagai persiapan untuk menjalani perjalanan abadi.
Baca Juga: Selain Dibenci Langit dan Bumi, Ini Ganjaran bagi Orang Kikir
Memperbanyak bekal untuk kehidupan setelah mati, hingga memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. Adapun yang lalai, ia hanya membawa bekal sekadarnya, atau bahkan menjalani perjalanan abadi tanpa bekal sama sekali.
