Sebetulnya kita semua mesti bersyukur, saat Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud mengedarkan secara luas dalam format Pdf buku Kamus Sejarah Indonesia meski belum dicetak secara resmi.
Seperti diketahui buku Kamus Sejarah Indonesia ini mulai dibuat pada tahun 2017 yang lalu, berarti bukanlah kesalahan tunggal dari Kemendikbud era ini. Tapi akumulasi kekeliruan dari perjalanan waktu yang sudah berjalan 4 tahun.
Ini semua dapat kita jadikan pembelajaran bersama, bahwa ternyata meski pembaca utama dan editor adalah guru besar sejarah, ternyata ketidaktelitian itu dan kekhilafan itu sangat mungkin bisa terjadi.
Karenanya, setiap hal besar yang akan dibuat atau diputuskan, yang dapat mempengaruhi perjalanan bangsa dan berdampak pada kehidupan bangsa dan negara, wajib hukumnya dilakukan uji dan pendapat publik yang juga sebagai pemilik sah republik Indonesia tercinta ini.
Mungkin manusiawi, kesalahan dapat terjadi dan dilakukan oleh siapapun. Sebagai manusia kita maksimal bisa mengikhtiarkan, tapi Allah menakdirkan.
