Oleh: Efriza
Direktur Eksekutif Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP)
RESHUFFLE kabinet yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo tidak menimbulkan gejolak di masyarakat dalam sisi waktu. Tetapi reshuffle kali ini menunjukkan kehilangan esensi demokrasi itu sendiri.
Asumsi yang menganggap demokrasi hanya sekadar dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, acap digambarkan sempit dengan indikasi dari terselenggaranya pemilihan umum semata dengan tanpa adanya kekerasan serta berlangsung dalam suasana luber dan jurdil.
Memaknai politik an sich sekadar merebut dan mempertahankan kekuasan, tentu saja ini adalah penilaian yang salah. Politik akhirnya bersifat pragmatis. Politik tidak lagi bersifat pendistribusian atas nilai-nilai yang dilakukan oleh lembaga yang memiliki otoritas.
