Akhirnya, kita memasuki era di mana proses pembuatan kebijakan, memasuki lorong yang sunyi tanpa perdebatan, semua hanya mengenal lagu setuju dari barisan partai-partai di parlemen.

Akhir kata, apakah kita memasuki era baru, demokrasi tanpa esensi, ya. Tetapi yang pasti, selamat memasuki era baru demokrasi, reshuffle telah menghasilkan nilai budaya baru dari demokrasi di Indonesia.

Persepsi kekhawatiran, persepsi kecemasan, ketakutan, perbedaan akan mengganggu jalannya pemerintahan, telah melegitimasi keputusan presiden untuk menghilangkan esensi demokrasi, dengan asumsi bahwa keputusan ini dianggap benar, terbaik, untuk suatu kata persatuan dan kesatuan di masyarakat, padahal konyol. Akhir kata, selamat datang, demokrasi kekeluargaan! (*)