Komentarnya muncul menjelang keputusan Turki dan Yunani untuk melanjutkan pembicaraan pada 25 Januari nanti yang bertujuan mengurangi ketegangan menyusul undangan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusuglu pada Yunani untuk memulai kembali pembicaraan yang bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan mereka.
Komentar Uskup Agung berlangsung pada acara peringatan dua abad dari pemberontakan Yunani melawan Kekaisaran Ottoman pada tahun 1821.
Baca juga: Demi Konten TikTok, Gadis Ini Rela Cekik Diri Sendiri hingga Tewas
Ucapannya tersebut telah memicu kritik besar-besaran dari berbagai pihak dan orang-orang dari semua lapisan masyarakat, termasuk dari Turki. Bahkan anggota senior kelompok non-Muslim di masyarakat Turki menyebut pernyataan itu sebagai hal yang disayangkan.
Berbicara dengan TRT World, seorang anggota senior komunitas Kristen Ortodoks di Turki yang hanya bersedia berbicara dengan syarat anonim mengatakan; "Waktu untuk pernyataan Leronymos sangat disayangkan."
