Ia juga menambahkan, sebagai non-muslim yang tinggal di Turki, dia mengutuk pernyataan tersebut.
“Kekerasan tidak ada hubungannya dengan agama apapun, ini terjadi tepat pada saat hubungan antara Turki dan Yunani semakin baik. Sedih sekali, saya sama sekali tidak setuju dengan apa yang dikatakan," katanya.
Kepala Direktorat Urusan Agama Turki, Ali Erbas mengecam pernyataan Uskup Agung Yunani yang menentang Muslim dan Islam. Dia mengimbau umat Kristen untuk menentang “mentalitas sakit” semacam itu.
“Tugas ulama yang paling penting, yang berjuang untuk perdamaian dan ketenangan, harus berkontribusi pada budaya koeksistensi,” katanya dalam sebuah pernyataan.
"Dunia Kristen harus melawan mentalitas yang sakit ini. Wacana yang bertujuan untuk meminggirkan umat Islam ini memberi makna perspektif rasis terhadap mereka, dan mengarah pada serangan terhadap kehidupan dan tempat ibadah mereka," ujarnya.
