Erbas juga mengatakan bahwa komentar tersebut memprovokasi masyarakat yang berpotensi menebar kebencian, permusuhan dan kekerasan terhadap Islam.
Baca juga: Pabrik Vaksin Terbesar di Dunia Terbakar, Lima Orang Tewas
Menyebut Islam sebagai agama damai, Erbas menyatakan bahwa peradaban Islam selalu memungkinkan orang untuk hidup bersama selama berabad-abad, terlepas dari keyakinan, agama, dan budaya mereka.
Kata-kata Uskup Agung Yunani juga dikecam oleh umat Islam yang tinggal di Yunani, yang mengatakan retorika yang lebih "konstruktif" diperlukan untuk lingkungan yang damai, terutama di hari-hari kontemporer yang dilanda pandemi.
Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di platform media sosial Twitter, Dewan Konsultasi Minoritas Turki Thrace Barat (BTTADK) menyayangkan ucapan tersebut, karena menurutnya di masa sulit seperti pandemi ini harusnya bahasa damai digunakan daripada wacana anti-Islam.
