KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Mayoritas masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya etnis Tolaki menjadikan olahan sagu (taw'aro) sebagai makanan pokok. Tidak terkecuali masyarakat Kolaka Utara.
Di Kolaka Utara tanaman sagu masih dapat dijumpai di beberapa wilayah dataran rendah berawa, seperti di Desa Mosiku, Kecamatan Batu Putih, Kecamatan Lambai, Kecamatan Ranteangin dan beberapa daerah lainnya.
Tanaman sagu yang ada saat ini merupakan warisan nenek moyang masyarakat Tolaki, bahkan di Desa Mosiku, masih dikenal dengan istilah sagu Mokole atau tanaman sagu milik raja.
Meski populasinya mulai berkurang, di Kolaka Utara sari pati sagu masih mudah didapatkan di pasar tradisional dan lapak-lapak pedagang sayuran. Selain bersumber dari tanaman sagu lokal, pedagang sagu juga terkadang memasok sagu dari Konawe dan beberapa daerah lainnya.
Di bumi para Mokole, Kolaka Utara ini, mayoritas masyarakatnya khususnya etnis Tolaki, Toraja, dan Luwu masih menjadikan sagu sebagai makanan pokok di samping beras.
